<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d6735511\x26blogName\x3ddodYmania+-+a+daring+adventure\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://dodymania.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://dodymania.blogspot.com/\x26vt\x3d907746932591289706', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
a daring adventure...
Profile | Blog | Fellow Blogger | Links | Gallery
Sunday, August 07, 2005

 I Don't Need Any Reason



Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekah
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza

Tapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu, sayangku
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah mendala wangi

Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Danang
Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra

Tapi aku ingin mati di sisimu, manisku
Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya
Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu

Mari sini sayangku
Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku
Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung
Kita tak pernah menanamkan apa-apa, kita tak 'kan pernah kehilangan apa-apa

Catatan harian Soe Hok Gie, tertanggal 11 November 1969.

[Di ambil dari buku "Soe Hok Gie: Catatan Seorang Demonstran", Pengantar oleh Daniel Dhakidae et. al., Cetakan kedelapan, Jakarta: Pustaka LP3ES Indonesia, 2005]

Ada kah Gie seorang pecinta ulung? Mampu meluluhkan hati lewat tatap dan senyumnya? Melemaskan jiwa dalam satu hitungan pecut kata-katanya? Ada kah Tuhan mencipta sesosok manusia bernama Soe Hok Gie untuk membawa pesan cinta kepada manusia? Pernah kah Gie sadar akan kekuatan cinta? Pernah kah ia merasakannya?

Sempat salah seorang rekannya memberikan ucapan selamat ulang tahun sambil melayangkan pesan untuk Gie "belajar merayu" agar sepulangnya dari Negri Paman Sam bisa segera mendapatkan jodoh. Ini kah yang membuat perjalanan usia Gie sepi dari letupan asmara?

God knows...



Tanpa banyak disadari, kegigihan Soe Hok Gie dalam menyuarakan hatinya mampu memberikan kekuatan tersendiri bagiku untuk mencintaimu. Aku lelah dan tak ingin menanti lagi. Ada kah harus kutunggu hingga sang waktu letih berlalu? Harus kah kulewatkan gelak tawamu dengan menyimpan rasa sayang ini hanya di dalam hati? Hingga ku menutup mata dan kau tak pernah tahu kalau aku mencintaimu? Tidak, sayangku!

Aku tak perlu alasan untuk mencintaimu. I love you because I love you.

Aku mungkin memang terlalu gila untuk mencintaimu. Seperti layaknya apa yang orang bilang dengan ungkapan bahwa manusia melakukan hal bodoh saat ia jatuh cinta. Tapi jangan pernah lupa bahwa kebesaran dunia dibangun di atas landasan cinta. Aku bukan lah manusia hebat yang dikagumi dan dipuja jutaan umatnya. Tidak pula aku berangan untuk mencipta sebuah kemegahan dunia. Aku hanya ingin merasakan kehebatan itu dengan mencintaimu. Merasakan kehebatan itu bersamamu.

Saat ini lah ku katakan: "Aku mencintaimu".

Terima kasih, sayangku. Untuk kebesaran hatimu. Untuk desah nafasmu saat kau terima cintaku.

Tidak sebatang jiwa pun tahu apa yang akan terjadi besok. Lusa. Dan tahun-tahun berikutnya. Tapi aku percaya akan keagungan dan kekuatan Tuhan. Karenanya aku selalu bersyukur Ia telah menghadirkanmu. Temani aku dalam mencintamu... hingga aku terlelap dalam peluk eratmu.

I love you timelessly

*dodY yang kembali merasakan indahnya cinta*
yihaaaaaaaaaaaaaaaaaa.... *jomblo mode OFF* :-))

SUBINC - August 7, 2005; 04.00GMT

posted by dodY @ 05:46




Dody Priambodo
Jakarta, Indonesia
mazuta2222@yahoo.com

dodY defines himself as a self-proclaimed late-twenties plain guy. after... God knows how many years, he finally managed to get out from FE Univ. Airlangga. lately, figuring out how to enjoy the heavy workload and endless boredom at work seems to be a challenging adventure. this guy considers himself highly energetic and vibrant, yet balancing banalities of being an incurable drama queen proves to be a full-time challenge. he sees himself clamored by surroundings of good friends that last for a lifetime. how? by ruling the cyber world for sure! this man confidently regards himself as half-Queenslander and being a huge fan of Brisbane Broncos is only a matter of local pride.

dodY lures himself into watchable flicks, smooth jazz, and delectable food. healthy recipes? oh, that stands merely as an unnecessary option! dodY claims himself a huge fan of Hanshin Tigers as a cover-up of having lack interest in sport. he lays great admiration on Carol Shields as much as his enjoyment toward her works. dodY finds an ultimate pleasure on his addiction to "jalan-jalan"; which refers to plenty of travel with lots of leisure. and, oh! this fellow thinks himself as an expert in Community-Development issue in the future. now, let dodY develop himself to behave well for the sake of a community to exist!


blog ini lebih cihuy dibuka pake Get Firefox! cobain deh!
ShoutBox
Previous Posts
Archives
Navigation
Credits
Powered by Blogger.com
Comments Powered by Haloscan.com
visit pralangga.org