<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d6735511\x26blogName\x3ddodYmania+-+a+daring+adventure\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://dodymania.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://dodymania.blogspot.com/\x26vt\x3d907746932591289706', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
a daring adventure...
Profile | Blog | Fellow Blogger | Links | Gallery
Saturday, February 18, 2006

 maju terus pejuang cinta!



The quest of finding a perfect partner can somehow be a tricky business. What might seem promising at an early stage may suddenly switch into a hopeless one in just a moment. Hal ini tentu juga berlaku sebaliknya. Tidak lah menutup kemungkinan dari apa yang tadinya biasa-biasa saja kemudian berubah menjadi sesuatu yang hangat dan menyenangkan. Bagaikan sebuah roller-coaster yang berputar cepat, pada zaman seperti ini tampaknya memang tidak ada hal yang tetap tinggal di tempat. Perubahan posisi mau tak mau menjadi bagian yang tak terlepaskan dari keseharian kita. Sebut saja mulai dari missionary position, doggy style dan... eh.. eh... ini kok berubah jadi "Cosmo's Sex Lesson" yah? Hehehe! *mupeng mode on*

I guess we just never know what might be happening and waiting around the corner. Jika hidup memang penuh dengan kejutan (baik itu yang menyenangkan maupun yang menyebalkan) mengapa kita tidak mencoba menikmatinya saja? Take it easy as it comes. Ya ya, memang mudah hanya berucap di bibir. Namun ada kah demikian dalam pelaksanaanya? Hehehe, tak perlu beradu pendapat, saya yakin anda sudah cukup dewasa dengan jawaban masing-masing.

Sebagian orang memandang bahwa hidup manusia ditakdirkan untuk berpasang-pasangan. Kiranya saya pun tidak akan menolak pemikiran semacam itu. Saya pun melihat diri saya memiliki kebutuhan aktualisasi diri melalui kehadiran seorang pasangan. Namun tantangan yang sesungguhanya boleh jadi tidak lah sesederhana itu. Ketidak-cocokan diri dengan pasangan, beda prinsip, beda hobi, beda suku bahkan berbeda keyakinan sekali pun tak jarang mendasari alasan perpisahan dari sebuah pasangan. Bukannya mau menghakimi, saya hanya sekedar mencoba menenangkan diri sendiri bahwa being single dan being in a relationship keduanya sama-sama memiliki tantangan (dan juga reward) tersendiri.

Berakhirnya hubungan pacaran saya pada bulan Oktober silam boleh jadi merupakan salah satu kejadian yang memilukan hati. Meski tidak sampai berlarut-larut namun tetap saja hal ini meninggalkan sebuah luka di hati. Tak lama berselang, hadirlah dia yang mengisi keceriaan hari-hari saya. Terima kasih kepada keajaiban dunia Friendster yang mampu menghadirkan a perfect stranger menjadi seorang yang menghangatkan hati. Ya, awalnya memang saya merasa biasa-biasa saja. Komunikasi yang intens ada lebih padanya. Hingga rasa itu kian tumbuh dan... hehehe... lama-lama naksir juga tuh :-)

Jika anda perhatikan posting yang satu ini, sebenarnya tulisan itu khusus saya dedikasikan kepadanya. Kami pun sempat terpikirkan untuk meresmikan kedekatan kita dalam sebuah relationship seperti layaknya kebanyakan orang. Namun kiranya kami berdua tak ingin gegabah mengingat jalan yang kita lalui masih panjang. Masih banyak yang ingin kami kenal dari dalam diri masing-masing sebelum keputusan untuk "jadian" tersebut kami ambil. Beberapa hari menjelang pertemuan saya dengannya banyak hal yang berubah. Kehangatan yang dulu terasa secara perlahan semakin pudar. Meski untuk urusan ngobrol kita nyambung-nyambung aja... tapi... rasanya chemistry-nya memang sudah tiada. Ditambah lagi dengan cara kami bersikap satu sama lain tampaknya memang ikut memperkeruh suasana.

Mungkin apa yang dituliskan Melly Goeslaw dalam lagu "Oh Cinta" (dinyanyikan oleh "Warna") mampu menggambarkan apa yang terjadi di antara kami berdua:

...masa kau tak bisa merasa? tak ada nyaman dalam cinta kita
langit dan matahari muram, lihat kita berduaan...

Meski belum ada ikatan resmi, bagi saya ini tetap saja cukup menyakitkan. Mengingat sebelumnya sudah ada ikatan emosional yang cukup kuat. Tapi saya mencoba melihat sisi baik dari pengalaman ini. Jika memang menjalani hubungan asmara dengannya begitu menyakitkan harus kah ini semua dilanjutkan? Sepertinya saya memilih untuk tidak melanjutkannya lebih jauh. Ngga kuat beneran kalau harus jadi korban perasaan terus menerus :-( Mungkin anda memberikan label bahwa saya tidak cukup berusaha, tapi jika harus tetap bertahan tersakiti hanya untuk sebuah alasan cinta... wah, saya rasa tidak lagi! Seperti layaknya pada film-film produksi Bollywood: Nehi!

Dek, kalau kamu baca tulisan ini jangan buru-buru tersinggung yah? Bukannya saya mau ngata-ngatain but I guess this just won't work for us. As you said to me: maybe it's just too late to fix things up. Maybe you're right. Things don't work out between us, jadi ngga perlu nyalahin siapa-siapa 'kan?!

Tak lama berselang, seorang sahabat dengan segala kebaikan dan kemuliaan hatinya (halah!) mencoba memperkenalkan saya dengan salah seorang rekannya. Ampun deh, sepertinya saya sudah desperate yah? Sampai-sampai sahabat saya harus turun tangan menjadi mak comblang? Hehehe. Perkenalan saya dengannya boleh dibilang berjalan lancar-lancar saja. Begitu juga dengan kencan pertama kami. Saya pun terkesima dengan kesantunan hati dan kesederhanaannya. Feels good at the first time, right? But wait...

Tampaknya tantangan yang lebih besar telah menanti di balik sudut jalan. Memang, kalau sekedar ngobrol sih nyambung-nyambung aja. Kata-kata yang terucap mungkin saja memang berada di dalam ruangan, tapi rasanya pikiran kami berdua berada di tempat lain yang berbeda juah. Saya mesti "kerja bakti" ekstra keras untuk bisa membuat kami benar-benar "emotionally-connected". Sepertinya saya merasa benar-benar tidak tahu. Ada kah ini hanya sekedar urusan yang memerlukan waktu ekstra atau kah memang kami benar-benar tidak bisa "nyambung"? Hehehe... as usual: time will tell.

Saya sadar bahwa kali ini saya sedang terengah-engah kehabisan napas gara-gara berlari kencang mencari seorang pasangan yang tepat. Mungkin ini lah waktunya untuk beristirahat sejenak dan mengumpulkan energi untuk melanjutkan perjuangan tersebut (halah!). Yes, I know. Finding a perfect partner can somehow be a tricky business namun bagi saya mungkin tidak ada kata berhenti dalam perjuangan mencari cinta. Kali ini yang saya butuhkan hanya lah beristirahat sejenak dan sementara waktu memusatkan pikiran untuk urusan-urusan lainnya. Seperti yang diucapkan Hellen Keller: "Life is either a daring adventure or nothing". Nah, perjuangan mencari cinta pun bisa disebut sebagai sebuah "daring adventure" bukan? Hehehe :-)

Viva Blogger Indonesia! So... sahabat blogger semuanya: saya kembali jomblo niy! Maka kobarkan kembali api cinta kalian yang dulu pernah padam. Yang dulu pernah naksir tapi belum kesampaian ngomong sama saya... ayo-ayo... hatiku kembali terbuka untuk kalian. Saya ngga keberatan kok untuk menjalin cinta sesama blogger. Hehe, kembali ke cerita lama niy (halah!). Nyalakan kembali api cinta itu dan bersama kita hangatkan dunia (halah!). Hehehe, kompor kali yah :-p

*kabuuuuuuur*

Semoga posting kali ini mampu memberikan inspirasi tersendiri bagi keceriaan hari-hari anda. Sekaligus saya berharap kisah ini mampu memperkaya khasanah kehidupan kita semua. Hope this finds you all well and have a hardrocking journey! A journey to find a perfect partner, begitu maksudnya :-)

groetjes,


dodY
xxxx

Credit: Photograph by Stefanny Imelda (taken from Kalyanashira Film's arisan!)

posted by dodY @ 13:41




Dody Priambodo
Jakarta, Indonesia
mazuta2222@yahoo.com

dodY defines himself as a self-proclaimed late-twenties plain guy. after... God knows how many years, he finally managed to get out from FE Univ. Airlangga. lately, figuring out how to enjoy the heavy workload and endless boredom at work seems to be a challenging adventure. this guy considers himself highly energetic and vibrant, yet balancing banalities of being an incurable drama queen proves to be a full-time challenge. he sees himself clamored by surroundings of good friends that last for a lifetime. how? by ruling the cyber world for sure! this man confidently regards himself as half-Queenslander and being a huge fan of Brisbane Broncos is only a matter of local pride.

dodY lures himself into watchable flicks, smooth jazz, and delectable food. healthy recipes? oh, that stands merely as an unnecessary option! dodY claims himself a huge fan of Hanshin Tigers as a cover-up of having lack interest in sport. he lays great admiration on Carol Shields as much as his enjoyment toward her works. dodY finds an ultimate pleasure on his addiction to "jalan-jalan"; which refers to plenty of travel with lots of leisure. and, oh! this fellow thinks himself as an expert in Community-Development issue in the future. now, let dodY develop himself to behave well for the sake of a community to exist!


blog ini lebih cihuy dibuka pake Get Firefox! cobain deh!
ShoutBox
Previous Posts
Archives
Navigation
Credits
Powered by Blogger.com
Comments Powered by Haloscan.com
visit pralangga.org