<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d6735511\x26blogName\x3ddodYmania+-+a+daring+adventure\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://dodymania.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://dodymania.blogspot.com/\x26vt\x3d907746932591289706', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
a daring adventure...
Profile | Blog | Fellow Blogger | Links | Gallery
Thursday, January 12, 2006

 saya bisa saja meminta itu semua...

Boleh jadi momen ulang tahun merupakan salah satu saat yang istimewa dalam siklus tahunan pada perjalanan usia saya. Tergantung pada perspektif yang anda pilih, momen ulang tahun merupakan suatu saat yang menandai bertambahnya usia atau dapat juga dipandang sebagai sebuah penanda akan "berkurangnya" umur dari apa yang telah menjadi "suratan tangan" atas pemberian Yang Maha Kuasa. Saya mencoba menimbang kedua pandangan tersebut sebagai sesuatu yang sama benar dan sama baiknya. dengan segala kerendahan hati kiranya boleh lah saya memilih perspektif yang kedua. Bagi saya, pandangan ini sedikit banyak memberikan dorongan (dan memacu diri) untuk mampu beribadah dan berkarya demi memperkaya bekal di "masa depan". Tentu saja ini tidak bermaksud mengecilkan arti dari perspektif pertama tersebut. Dalam atmosfir yang demokratis tentunya halal saja untuk memiliki perbedaan pendapat, bukan?

Dengan menilik lebih jauh, momen ulang tahun ternyata bisa saja menjadi sebuah ritual yang "mengenyangkan". Untuk barang sejenak bolah lah sedikit lupakan program diet yang selama ini membelenggu keseharian kita. Bagi anda (dan pastinya saya juga) yang tengah bersusah payah mengecilkan lingkar perut, membayangkan dan menghitung berapa banyak kalori yang terkandung dalam sepotong kue ulang tahun bisa jadi merupakan sebuah mimpi buruk. Oh, tunggu dulu... anda bilang hanya satu potong? Lalu bagaimana dengan potongan kue yang kedua, ketiga, dan... oh, God knows how many of them :-) Belum lagi dengan sederetan menu menggiurkan lainnya yang mampu membuat air liur anda tak berhenti menetes. Sederatan godaan ini tak berhenti sampai di situ saja. Segar dan manisnya menu pencuci mulut tak pelak dengan mudah akan menjebak anda dalam sebuah "pleasureable sin" yang tak berkesudahan. Hehehe, udah pada laper blom niy :-p ?!

Momen ulang tahun bisa juga menjadi sebuah saat yang membahagiakan untuk dilewati bersama keluarga dan para sahabat yang mencintai anda. Istilah "moments of joy" kiranya cukup tepat digunakan untuk menggambarkan kebahagiaan dalam saat-saat istimewa tersebut. Seperti yang lazim dilalui oleh kebanyakan dari kita, di saat seperti ini lah keluarga dan sahabat berkumpul untuk mendoakan anda. Memberikan ucapan serta harapan untuk kebaikan sang empu yang berulang tahun. Tak jarang pula saat yang penuh suka cita ini ditandai dengan pemberian hadiah yang diharapkan mampu mewakili kebahagian anda yang tengah merayakan hari spesial tersebut.

Hhhmmm... berbicara soal hadiah untuk ulang tahun tahun saya kali ini... bagaimana dengan anda semuanya? Pastinya sudah menyiapkan sesuatu yang istimewa untuk saya, bukan? Hehehe... Ayo, saya absen satu per satu ya?! *roll call mode on* Kiranya saya sepenuhnya mehfum bahwa kesibukan yang anda jalani setiap hari mau tak mau akan menyita banyak waktu (apa lagi untuk memikirkan hal seperti ini). Demi mempermudah proses pencarian hadiah yang tepat untuk saya dan sekaligus menghemat waktu anda, bagaimana dengan memilih salah satu dari sederetan opsi yang saya ajukan pada "wishlist" di posting saya terdahulu? Serangkaian "wishlist" tersebut sempat menjadi impian saya beberapa saat yang lalu. Dan tentu saja adalah sebuah keindahan tiada tara bila anda bisa mewujudkannya untuk saya... hehehe *kemaruk mode on*. Sederetan permintaan saya untuk ulang tahun kali ini dapat dilihat pada posting sebelumnya di sini.

Pheewwwhh.... I can't believe I'm turning myself into a high-cost bitch! Gila, yah? Mau minta kado ulang tahun kok ya ngga kira-kira gitu loh :-) Itu niat'an minta kado atau morotin? Hehehe, begini lah kalau terdesak mengambil prinsip "tak ada rotan akar pun jadi"... karna ga kesampaian maka acara merampok pun jadi, hahahaha... *kriminal mode on*

Ya, saya sadari apa yang baru saja saya tulis di atas merupakan sederetan permintaan yang boleh dikata absurd. Kesemuanya "datang" dalam label harga yang boleh dikata tidak murah. Tak sedikit teman-teman saya yang mencela sekaligus mencibir saya akan betapa "absurd"-nya permintaan tersebut. Saya sempat pula dituding sebagai manusia yang tak tahu diri. Sekali lagi membaca sederatan "wishlist" tersebut di atas, dan itu membuat saya berpikir: pantas kah saya mendapatkan hadiah-hadiah tersebut? Dalam hal ini saya mencoba memandang "hadiah" sebagai suatu bentuk "reward", maka kemudia pertimbangan yang saya pikirkan adalah kontribusi apa yang sudah saya berikan sehingga saya pantas mendapatkan itu semua? Beberapa kali saya mencoba mencari jawaban dari pertanyaan tersebut, dan hingga kini hasilnya pun nihil. Benar-benar merupakan tantangan yang tidak mudah untuk diselesaikan.

Tunggu dulu... ternyata hal ini tidak berhenti sampai di situ saja! Saya pun kembali mencoba memandang sedikit lebih jauh. Kembali saya bertanya kepada diri sendiri: ada kah sederetan "wishlist" tersebut benar-benar menjadi apa yang saya butuhkan? Ada kah sederetan permintaan saya yang begitu panjang tersebut benar-benar mampu memberikan manfaat bagi saya? Sontak saya pun terperanjat. Bagaikan tersambar petir di siang hari seolah saya terbangun dari buaian mimpi-mimpi yang selama ini melenakan saya.

Buat apa punya laptop canggih kalau komputer desktop yang selama ini setia menemani saya masih bisa berfungsi (dengan sedikit upgrade di sana-sini, boleh lah kemampuannya disetarakan dengan laptop tersebut)? Sebuah PDA-phone, huh? Dengan telepon seluler yang saya miliki saat ini pun status banceh ring-ring tetap saja melekat, bukan? CD Tapestry? Kenapa tidak memanfaatkan sumber daya jagat maya yang begitu besar ini? Sekalinya mengunduh, bukannya tak mungkin puluhan lagu akan segera memenuhi sesaknya hard disk saya. Berlindung di balik kedok perjalanan nostalgia ke Australia? Oh... saya pun masih bisa menelpon dan bersua dengan rekan-rekan di sana melalui sapaan e-mail. Bukan kah begitu? Swatch's Frosty Spell? Clock feature pada telepon seluler yang saya miliki pun masih bisa berfungsi menunjukkan waktu, bukan? Liburan ke Bali? Kenapa mesti jauh-jauh ke sana? Kalau dengan bersantai di rumah pun saya masih bisa memenuhi tujuan "energy recharge"! Perjalanan umrah? Kenapa mesti membusungkan dada untuk beribadah kalau sampai kini pun untuk mendekatkan diri kepada Tuhan saja terkadang masih mengalami kesulitan?

Wake up, Dod! Apa sih yang sebenarnya saya cari? Apa yang sebenarnya saya inginkan? Maka saya pun kembali merenung...

Saya bisa saja meminta itu semua... Sederetan "wishlist" yang kesemuanya datang dengan label harga yang boleh dikata tidak lah murah. Mahal! Setelah melalui beberapa pertimbangan saya pun berpikir untuk meninjau ulang daftar permintaan tersebut.

Dan kini saya pun meminta anda untuk memberikan hadiah-hadiah yang lebih mahal dari kesemuanya di atas. (dodY memang sudah gila!). Ya, bagi saya hadiah berikut ini boleh jadi mahal harganya karena memang mahal pula artinya bagi saya. Namun bagi anda hadiah berikut ini boleh jadi bukan lah sesuatu yang mahal karena sesungguhnya tidak dibutuhkan uang sepeser pun untuk memberikannya kepada saya.

Saya bisa saja meminta itu semua, namun rasanya hadiah-hadiah berikut ini lebih saya butuhkan. Sebenarnya apa sih hadiah-hadiah yang saya maksud?

Dengan segala kerendahan hati, maka perkenankanlah saya meminta keihklasan dan ketulusan anda untuk menghadiahkan DOA kepada saya. Berikut adalah beberapa hadiah yang saya harapkan dari Anda:
  • saya mohon didoakan agar senantiasa diberikan "kemesraan" hati, jiwa, dan raga saya dengan Sang Maha Pencipta

  • saya mohon didoakan agar mampu menjadi manusia yang mulia melalui hidup yang bersahaja

  • saya mohon didoakan agar kebersahajaan tersebut mampu menyentuh dan menyejukkan hati banyak sahabat sekalian

  • saya mohon didoakan agar memiliki hidup yang "besar" hingga mampu memberikan arti mendalam akan besarnya makna persahabatan

  • saya mohon didoakan agar mampu melihat kembali apa yg telah dilalui
    sekaligus menaruh harap dan doa utk meraih yang terbaik pada masa depan

  • saya mohon didoakan agar senantiasa diberikan kesehatan yg bermanfaat, hati, jiwa serta pikiran yang terang dan lagi tenang adanya

  • saya mohon didoakan agar senantiasa diberikan keberhasilan bagi semua perjuangan saya

  • saya mohon didoakan agar senantiasa diberikan bimbingan olehNya menuju kedewasaan dan kematangan dalam berpikir, berkata dan bertindak.

  • saya mohon didoakan agar diberikan kesabaran dan hati yang besar dalam melintasi perjalanan usia

  • saya mohon didoakan agar diberikan rizki yang berkecukupan untuk dapat hidup mulia dan menjadikan itu semua barokah bagi kehidupan

  • saya mohon didoakan agar mampu membagi kebahagiaan tersebut dengan keluarga serta para sahabat tercinta

  • saya mohon didoakan agar diberikan hati yang besar lagi santun untuk bisa selalu mensyukuri segala nikmat yang diberikanNya

  • saya mohon didoakan agar diberikan pelajaran hidup yang berarti; sehingga mampu melintasi perjalanan usia dengan lebih baik

Tidak terlalu mahal, bukan? Cukup sederhana adanya. Saya bisa saja meminta hadiah dari sederetan "wishlist" yang pernah saya sampaikan sebelumnya. Namun saya sadar justru sebenarnya doa-doa tersebut lah yang lebih saya butuhkan. Saya dapat melihat betapa seringnya saya "lepas kendali", yang mana hal ini membuat dukungan dari para sahabat sekalian menjadi sebuah hadiah yang teramat mahal harganya. Saya sadar betapa selama ini kebahagiaan yang saya rasakan adalah kebahagiaan yang Anda semua berikan untuk saya. Saya ingin berbagi kebahagiaan yang saya rasakan kini dengan Anda semua. Mengapa? Karena saya percaya bahwa semakin banyak saya berbagi kebahagian dengan para sahabat sekalian maka semakin banyak pula kebahagiaan yang saya dapatkan dari Anda. Kebahagiaan adalah sesuatu yang tidak akan habis walau itu dibagi-bagi dengan seluruh manusia di bumi ini.

Saya bersyukur telah diberikan dua-puluh-enam tahun perjalanan usia yang penuh arti. Dengan segala tangis dan tawa serta jatuh dan bangun yang senantiasa menyertainya. Saya bersyukur bahwa itu semua lah yang memperkaya hidup saya. Tentunya saya berharap doa-doa tersebut tidak hanya terjawab pada hari ini, tapi juga esok, lusa, dan seluruh hari-hari berikutnya. Tak lupa pula saya berharap kebahagiaan momen ulang tahun pada hari ini tidak hanya menjadi milik saya; namun bisa terbagikan untuk Anda semua.

Semoga posting kali ini mampu memperkaya khasanah kehidupan serta memberikan inspirasi tersendiri bagi keceriaan hari-hari anda. Hope this finds you well. Have a hardrocking day, minna-san.

groetjes,


dodY
xxxx

PS: Makan-makan syukurannya insya Allah akan diadakan pada hari Minggu (15/1) nanti. Buat yang mau datang silakan telpon saya lebih dulu :-) Dan kalau anda tetap bersikeras untuk memberikan saya hadiah dari sederetan wishlist yang disampaikan sebelumnya... maka jangan sungkan-sungkan lho! You're most welcomed to do so *winks*

Udah sembuh blom, dek? Buruan pulang ya? Kangen banget :-) I Love You

posted by dodY @ 01:00




Dody Priambodo
Jakarta, Indonesia
mazuta2222@yahoo.com

dodY defines himself as a self-proclaimed late-twenties plain guy. after... God knows how many years, he finally managed to get out from FE Univ. Airlangga. lately, figuring out how to enjoy the heavy workload and endless boredom at work seems to be a challenging adventure. this guy considers himself highly energetic and vibrant, yet balancing banalities of being an incurable drama queen proves to be a full-time challenge. he sees himself clamored by surroundings of good friends that last for a lifetime. how? by ruling the cyber world for sure! this man confidently regards himself as half-Queenslander and being a huge fan of Brisbane Broncos is only a matter of local pride.

dodY lures himself into watchable flicks, smooth jazz, and delectable food. healthy recipes? oh, that stands merely as an unnecessary option! dodY claims himself a huge fan of Hanshin Tigers as a cover-up of having lack interest in sport. he lays great admiration on Carol Shields as much as his enjoyment toward her works. dodY finds an ultimate pleasure on his addiction to "jalan-jalan"; which refers to plenty of travel with lots of leisure. and, oh! this fellow thinks himself as an expert in Community-Development issue in the future. now, let dodY develop himself to behave well for the sake of a community to exist!


blog ini lebih cihuy dibuka pake Get Firefox! cobain deh!
ShoutBox
Previous Posts
Archives
Navigation
Credits
Powered by Blogger.com
Comments Powered by Haloscan.com
visit pralangga.org