<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d6735511\x26blogName\x3ddodYmania+-+a+daring+adventure\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://dodymania.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://dodymania.blogspot.com/\x26vt\x3d907746932591289706', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
a daring adventure...
Profile | Blog | Fellow Blogger | Links | Gallery
Wednesday, June 23, 2004
Cynthea; Dalam Perspektif Seorang Sahabat



Salam dodYmania! Duh... maksa banget greetings-nya! Punten pisan udah lama ngga update blog saya! Maklum lah, sibuk sana-sini (demi sesuap nasi dan semangkuk berlian), jadi blog rada terbengkalai :-P Jadi, bagaimana kabar semuanya? Hope this finds you all well as I am here too!

Banyak sebenarnya yang ingin saya tulis.. kejadian menarik, menjengkelkan... dan mungkin untuk tulisan yang satu ini: begitu mengesankan! Yah, kali ini saya ingin menuliskan tentang seorang sahabat saya: Cynthea Soelistyaningtyas Soeryo, dalam dunia cyber dikenal dengan cynthea.ss@lycos.com hehehe! Zaman gini kalo ngga cyber ngga happening namanya! :-) Dahulu dikenal dengan panggilan Tya... namun kemudian [gangguan teknis] berganti menjadi Thea.

Sebenarnya sudah lama pengen nulis ini, tapi kok ya baru sekarang sempatnya! Dan sialnya, sudah keduluan ama Xaveria Rahmani Utami yang menulis kisah kehidupan Tya di Jawa Pos hari ini. Jam 5 pagi tadi sontak saya terkejut... ternyata ada pula yang "nekat" memasukkan kisahnya untuk dikonsumsi publik. Tapi bagaimana pun juga, tulisan saya pasti berbeda dgn apa yg dimuat di koran tersebut. Hehe, liat aja judulnya... "dalam perspektif seorang sahabat" yang tentunya lebih "daleeeeem" dari sekedar wawancara seorang wartawan! Hiks, bukan berarti mengesampingkan Utami dengan tulisannya itu lho. Getting another perspective wont hurt anyone... ya 'kan?! Hehe, buat Tya (saya ngga mau mengganti nama yg sudah terlanjur melekat itu)... tulisan ini spesial untukmu!

Kembali ke mid-2001 saat saya pertama kali bertemu (namun belum mengenal) dengan Tya! Seorang kawan yang tentunya teramat legendaris. Hehehe! Wow... EF Party: Retro abis! Ternyata ada untungnya juga punya sahabat seorang Riza! Walaupun somehow sering dodol juga (sorry ya, Rice) tapi kalo urusan party gitu selalu ingat saya! "Dod, siap-siap ya jam 7 malem nanti kita ke Bongo's! Ada party-nya EF neh... biasa lah! Gratisan gini loe pasti ngga bakal nolak 'kan?", begitu kira-kira ucapnya malam itu! Hahaha... sahabat saya yang satu ini memang spesial.. terlalu lama mengenal saya hingga utk urusan "itu" sudah ngga perlu dikomando lagi :-) Duuh, Bongo's... dalem gitu! Ada salam dari yang tinggal nama gitu lho! Di sana lah saya bertemu dengan Tya! Dirinya sebagai staff EF turut tampil menunjukkan kebolehannya dalam pesta tersebut. Kala itu menyanyikan lagu "Dancing Queen" bersama Leandra Hapsari (jeng Lei-Lei, hehe... ada salam buat anggota Fellowship of Leandra). Wah... top abis deh! Kayaknya memang pantes utk bisa jadi the next Indonesian Idol gitu lho :-P

Selang waktu beberapa bulan kemudian... aplikasi saya untuk bekerja di English First telah mempertemukan kita kembali dan membawa perkenalan itu. Hehe, gak modal banget! Dody says: "Rice... minta contoh application letter dunk! Gw, mo mengadu nasib di EF neh!". "Yo wes.. ntar malem aja ambil ke sini (EF@Kayun)", begitu kira-kira ucap Riza. Dan, malam itu lah saya berkenalan dengannya! Sungguh amat berkesan... pasalnya Tya yang di awal terlihat begitu alim dan anggun... ujung-ujungnya bocor juga, alias gilanya itu lho... ngga nahan! Ramah dan baik banget... itu lah Tya, yang masih saya rasakan sampe saat ini. Apa lagi sama-sama dari Malang... wah nyambung pisan iki gendheng'e. Karena podho gendheng'e iku, bener-bener bisa jadi konco-plek gitu deh! Hahaha!

Dan hal itu menjadi sangat signifikan dalam beberapa minggu kemudian. Ya.. begitu jelas di ingatan saya: 2-Mei-2001 (Riza's 22nd birthday) sekaligus Incognito Live in Concert - Shangri-La's Ballroom 7pm onward! Hahaha! Jadi ceritanya malem itu saya mo kasih surprise utk Riza dengan bawain dia birthday cake ke kantor.. skalian ama nagih duit tiket dari Tya. Hehe, makelar alias calo tiket neh! Lepas makan-makan kue, akhirnya Tya bolos kerja malam itu untuk bergabung dengan kita menuju konser Incognito. Bukan "Menuju Puncak" itu yah.. please deh.. basi banget coba! Hahaha!

Sampai di konser itu.... Aje gileeeeee!!! Goyang pinggulnya itu lho.. ngga bisa berhenti! Bener-bener ngga nahan deh! Hehehe! Waaaks.. bocor juga ini orang yah! Hahaha! Seminggu kemudian saya dipanggil utk interview kerja (duh, Mbak Budhe ... kok ya kenangan itu juga yang mesti saya tulis di sini). Dan pada 5-Juni-2001 resmi lah saya bergabung dalam berkarya di English First Surabaya. Dimulai lah babak baru persahabatan kita! Sama-sama kerja di EF walau beda lokasi namun gilanya tetep ngga pernah hilang, hehe! Iki kok ngga nyambung ngene seh! Di tengah serius-nya saya bekerja.. ehhh, kok ya sempat-sempatnya Tya (bersama Yonanto, Riza, dkk di EF Kayun) ngerjain saya pake pura-pura nelpon sebagai customer yg marah-marah :-) Walau saat itu sempat marah dibuatnya... namun hingga kini saya selalu tersenyum mengingat masa-masa indah itu. Betapa suka-duka yang kita lalui saat itu meninggalkan kesan yang teramat mendalam.

Pada pertengahan tahun 2001, Tya bertugas di EF Bukit Mas sehubungan dengan rencana pembukaan sekolah EF tersebut. Hingga beberapa bulan kemudian, Tya mengundurkan diri berkenaan dengan kegiatan kampusnya yang semakin padat. Hingga saat itu lah kontak kami sedikit terhambat, walau sesekali phone calls dan paging text SMS masih saja masuk ke HP saya. Semakin heboh saja saat saya bersama beberapa rekan kantor berkunjung ke Malang untuk mengahadiri pesta ulang tahun Otik, adik Tya. Masih jelas di ingatan pula... Tya yang malam itu begitu anggun dengan mengenakan gaun biru, sekali lagi menunjukkan kepiawaiannya dalam bernyanyi. Tya... next batch of Indonesian Idol kamu mesti ikutan deh :-) Tya... nothing can dim those memories!

Di tahun berikutnya, sekitar bulan April/Mei 2002 seleksi PPAN (Pertukaran Pemuda Antar Negara) yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Jawa Timur telah mempertemukan kita kembali. Ditambah lagi Tya, yang saat itu kembali berkarya di EF (sebagai temporary staff), turut mempererat sahabat kita. Hehe, Tya... masih inget kan sama our "favourite sayings" *mateeee naaaakk* and *nang kene lhooooooo* (nyekel iroeng) hahaha! Namun sayang, nasib baik tampaknya belum terlalu berpihak pada kita. AIYEP (Australia-Indonesia Youth Exchange Program) yang kita dambakan ternyata masih jauh untuk diraih. Ardianti Bagianto lah yang mewakili Jawa Timur dalam program itu.

Sebagai kandidat #2, saya dan Tya diberikan prioritas untuk memilih keikutsertaan antara program International Youth Invitation yg diselenggarakan oleh JICA (Japan International Cooperation Agency) pada Juni 2002 atau Pan-Pacific Youth Exchange Program yang diselenggarakan oleh Pemerintah Prefecture Osaka pada September di tahun yang sama. Dasar rakus... kita pun memilih program-nya JICA itu! Sehingga, salah seorang rekan kerja saya Nana dan Niko lah yang berangkat untuk PPYEP di tahun tersebut. Hahaha, sekali lagi Dewi Fortuna (bukan sodaranya Desi Anwar itu lho :-P) memang tidak berpihak pada kita. Somehow, keikutsertaan kami dibatalkan. Selidik punya selidik ternyata memang ada "titipan pejabat" yang nyerobot jatah kita. Hehe, yang namanya peserta "siluman" itu kan selalu ada di mana-mana! Beruntunglah salah satu kawan saya: Dila yang berhasil mewakili Sumatra Utara dalam program itu.

Bersama dalam air mata dan kejengkelan yang mendalam! Itu lah yang saya lalui bersama Tya dalam hari-hari berikutnya! Dengan "ikatan" yang teramat kuat ini rasanya hampir tak ada moment yg kita lewatkan bersama. Benar-benar dua sejoli yang tak terpisahkan... dalam bahasa politik disebut sebagai Dwi-Tunggal. Hahaha, maksa banget deh! Selanjutnya yang ada setiap hari adalah telpon berjam-jam hanya untuk menangis bersama, marah bersama dan mengumpat bersama! Kesal akan kenapa pemberitahuan kegagalan aplikasi kami saat itu tidak disampaikan di saat yang tepat dan cara yang tepat pula. It's not about our failure on the selection process but the way they handle these stuffs and the notice that didn't even got there that drive us insane! Belum lagi saya yang sudah terlanjur mengorbankan Ujian Akhir Semester itu... hiiikkss.. sedih!!!

Setahun berikutnya tampaknya Dewi Fortuna kali ini sudah benar-benar melihat kami. Kuota peserta AIYEP utk Jawa Timur hanyalah satu orang.. dan itu pun cewek yang diminta. Hingga Tya lah yg diajukan sebagai kandidat, sedangkan saya bersama salah seorang rekan lainnya diajukan sebagai kandidat PPYEP 2003. Hehe, itung-itung pemerataan gitu lah. Dulu zaman SMA kan udah pernah ke Aussie... skrg ada kesempatan ke Jepang masa mo disia-siakan! Sikat aja... hajar bleh. Tapi Tya... AIYEP batch 2003 kan di WA, dan itu adalah state yg blom pernah gw datengin selama gw di Aussie dulu! Hahaha... please deh, maruk banget tau ngga seh! Hahaha! Lalu hari-hari berikutnya kami berdua disibukkan dengan persiapan keberangkatan untuk masing-masing program.

Dan... beberapa hari menjelang keberangkatan saya ke Jepang (akhir September 2003) ketegangan itu kembali terjadi! Hehehe, saya yang sedang gundah serta resah mencari staff pengganti temporer selama saya di Jepang nantinya harus tetap menjadi tegang selama beberapa hari tersebut! Tya yang saat itu sudah saya ajukan untuk menggantikan saya terpaksa harus mundur karena persiapan AIYEP yang mengharuskannya selalu stand-by berangkat ke Jakarta untuk pengurusan program tersebut. Namun, satu hal yg amat berkesan darinya (terlepas dari dirinya yg tdk jadi menggantikan saya di kantor--hehehe, we know the story yah jeng!) adalah niat tulusnya dalam membantu saya. Sebuah kualifikasi yang amat sulit untuk dipenuhi oleh seorang teman biasa! Niat tulus serta perhatian itu dia berikan karena memang Tya adalah seorang sahabat yang luar biasa! Wes tah... konco-plek tenan iki :-P

Jepang... sambutlah kedatanganku! Australia... sambutlah kedatangan Tya! Terpisahlah kami di belahan bumi Utara dan Selatan dalam menjalani program pertukaran itu. Dan seperti yang anda bisa baca kisahnya di Jawa Pos: kecelakaan kecil itu (4 Maret 2004) membawa amnesia baginya. Bagaikan kertas putih, Tya terlahir kembali dengan sebagian besar memorinya yang "terhapus" itu. Beberapa luka di tangan dan kakinya hingga kini masih membekas. Jadi, harap maklum kalau proses "memory re-loading" sampai saat ini masih dan akan tetap berlangsung itu "sedikit" menghambat komunikasi anda. Norma, salah seorang sahabat Tya lah yang selama ini membantu proses "pengembalian memory" itu. Dalam istilah teknis, Norma dapat dikategorikan sebagai "back-up memory"! Hehe, jadi ngga cuma hard drive aja yg ada back up-nya!

Salah seorang sahabat saya, Yantie, lah yang secara tidak sengaja "menemukan" Tya dalam sebuah kesempatan. Andai saja hal itu tidak terjadi... entah hingga saat ini mungkin saya dan teman-teman lain tak pernah tau kejadian yg menimpanya! Sontak semua kaget mendengarkan kabar ini... siapa yang tidak terkejut mengetahui sahabatnya mengalami kecelakaan dan terkena amnesia.

Dan... kontak saya dengan Tya akhirnya terjalin kembali. Beberapa jam yang lalu saya berhasil menelponnya... ohhh, entah telah berapa lama kami terpisahkan! Walau masih diliputi keraguan akan bagaimana memulai pembicaraan, akhirnya percakapan itu mampu berlangsung dengan baik. Awalnya saya berusaha memperkenalkan diri dengan berbagai kejadian yang telah kita lalui bersama (spt yg dapat anda baca di atas itu).. dan dalam beberapa menit kemudian kehangatan pembicaraan kami di telpon dapat digambarkan sebagai acara melepas rindu dua sahabat yang lama tak bersua. Wah.. senangnya!!!

Yang membuat saya sontak terkejut adalah: di tengah pembicaraan kami tiba-tiba Tya berucap... "Eh, bentar... kamu Dody Priambodo itu 'kan?". Gedubraaaak.. wah angin apa yg membuat dia ingat akan nama saya! Padahal sejak awal saya tidak menyebut nama belakang saya! Ternyata... Tya masih mengingat saya dari e-mail yang pernah terkirimkan di awal tahun 2004 itu. Sungguh mengherankan... amnesia yang dideritanya ternyata tak sanggup menghapus memory password e-mail account-nya! Kalau yang ini ngga ingat juga kan kacau jadinya! Hehehe! Jadi.. selain Norma, seluruh e-mail messages yang masih tersimpan di inbox-nya mampu membantunya dlm "re-loading memory" itu :-) Hehehe, so guys... walau sebagian dari kita sering meremehkan dunia cyber... terbukti kan kalau those age-old messages in your inbox could somehow help you surviving this "wild world"! Hehehe ya gitu deh :-P Tya, it's so good to have you back here!

Tya sahabatku... kecelakaan itu memang sudah berlalu! Amnesia itu mungkin masih saja melekat padamu... namun tak ada yang benar-benar mampu menghapus semua kenangan itu. Those moments of joy and sorrow, tears and laughters, of the trial and tribulation we all have been through together. And I'm bringing them back for you! For you to keep for the rest of our life. Dan rasanya saya (dan seluruh temanmu) tidak berkeberatan untuk melanjutkan persahabatan kita ini dalam sebuah "memori yang baru"!

Tya, Welcome Back!!!!

your loved partner in crime,

dody
xxxx

Surabaya, June 23, 2004 - 14.30 (GMT +07.00)

posted by dodY @ 15:20




Dody Priambodo
Jakarta, Indonesia
mazuta2222@yahoo.com

dodY defines himself as a self-proclaimed late-twenties plain guy. after... God knows how many years, he finally managed to get out from FE Univ. Airlangga. lately, figuring out how to enjoy the heavy workload and endless boredom at work seems to be a challenging adventure. this guy considers himself highly energetic and vibrant, yet balancing banalities of being an incurable drama queen proves to be a full-time challenge. he sees himself clamored by surroundings of good friends that last for a lifetime. how? by ruling the cyber world for sure! this man confidently regards himself as half-Queenslander and being a huge fan of Brisbane Broncos is only a matter of local pride.

dodY lures himself into watchable flicks, smooth jazz, and delectable food. healthy recipes? oh, that stands merely as an unnecessary option! dodY claims himself a huge fan of Hanshin Tigers as a cover-up of having lack interest in sport. he lays great admiration on Carol Shields as much as his enjoyment toward her works. dodY finds an ultimate pleasure on his addiction to "jalan-jalan"; which refers to plenty of travel with lots of leisure. and, oh! this fellow thinks himself as an expert in Community-Development issue in the future. now, let dodY develop himself to behave well for the sake of a community to exist!


blog ini lebih cihuy dibuka pake Get Firefox! cobain deh!
ShoutBox
Previous Posts
Archives
Navigation
Credits
Powered by Blogger.com
Comments Powered by Haloscan.com
visit pralangga.org